Hadits Ar Bain 41 Menundukkan Hawa Nafsu - wannursyarifah

Hadits Ar Bain 41 Menundukkan Hawa Nafsu

Hadits Ar Bain 41 Menundukkan Hawa Nafsu
Ngaji #Hadits #arBain (Lihat kitab hadits ar-Bain imam an-Nawawi syarah Syeikh Muhammad Soleh al-Utsaimin hlm 160)
عن أبي محمد عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما ما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعاُ لما جئت به - حديث صحيح رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح
Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan”. (Hadits hasan shahih dalam kitab Al Hujjah)
dalam catatan hlm 160,hadits daif:Diriwayatkan oleh al-Khathib al-Baghdadi dalam Tarikhnya,4/368;dan Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah,no.15;serta didaifkan oleh al-Albani rahimahullah.
dalam catatan luar (Hadits ini tergolong dhaif. Lihat Qowa’id Wa Fawa’id minal Arba’in An-Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syaikh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami’ Al Ulum wal Hikam oleh Ibn Rajab)
asbab hadits adalah kerana terdapat dua orang berkelahi hingga Rasulullah s.a.w menjadi pengurai (hakim) perkelahian tersebut.
hadist ini semakna atau hampir semakna dengan ayatul Quran iaitu
"Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya."
(An-Nisaa' 4:65)
Sebab turunnya ayat ini ialah kerana Zubair bersengketa dengan seorang sahabat dari golongan Anshar dalam perkara air. Kedua orang ini datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk mendapatkan keputusan. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Wahai Zubair, alirkanlah dan tuangkanlah air kepada tetanggamu itu”.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan kepada Zubair untuk bersikap memudahkan dan toleransi. Akan tetapi, sahabat Anshar itu berkata : “Apakah kerana dia anak bibimu?” Maka merahlah wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian sabda beliau : “Wahai Zubair, tutuplah alirannya sampai airnya naik ke atas pagar kemudian biarkanlah hingga tumpah”.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan hal semacam itu untuk memberi isyarat kepada Zubair bahawa apa yang diputuskan beliau mengandung mashlahat bagi golongan Anshar. Tatkala orang Ashar memahami sabda Nab Shallallahu 'alaihi wa Sallam itu, maka Zubair menyedari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Kerana kejadian itulah ayat ini turun.

Penjelasan Hadits:
Hadits ini adalah hadits yang terkenal dan hadits ini terdapat dalam Kitab At-Tauhid. Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa”. Hadits ini berdarjat hasan sebagaimana yang dihasankan Imam Nawawi di sini. Bahkan beliau berkata ini adalah hadits yang hasan sahih.

Hadits ini dikatakan sebagai hadits hasan karena hadits ini sesuai dengan makna ayat Al Quran yaitu:

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Surah An Nisaa: 65)

Menganggap sebuah hadits memiliki darjat hasan kerana memiliki makna yang sesuai dengan ayat Al Quran adalah mazhab yang dianut oleh banyak ulama terdahulu seperti Ibnu Jarir Ath Thobari dan sebagian ulama dan imam ahli hadits.[1]

Sempurnanya iman hanya dapat diraih dengan menundukkan hawa nafsu untuk mengikuti semua petunjuk Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Iaitu dengan mendahulukan kehendak Rasulullah atas kehendak dirinya terutama ketika terjadi pertentangan kehendak. Demikianlah banyak ayat dan hadits yang semakna dengan hadits ini. Walau secara sanad hadits ini didho’ifkan oleh banyak ulama.

Penafian iman di sini diErtikan sebagai penafian kesempurnaan. Kerana seperti telah dibahas di depan bahawa penafian ada dua macam. Penafian iman sama sekali dan penafian kesempurnaannya.



Allahualam

Rujukan:
Kitab hadits imam an-Nawawi syarah Syeikh Muhammad al-utsaimin,hadits 41 hlm 160 
[1]http://submiis.blogspot.my/2013/12/hadits-arbain-ke-41-menundukkan-hawa.html

Hadits Ar Bain 41 Menundukkan Hawa Nafsu Hadits Ar Bain 41 Menundukkan Hawa Nafsu Reviewed by Nursyarifah Syed Putera on 1/14/2017 01:40:00 PM Rating: 5

No comments