Dimanakah Tempat Turunya Nabi Isa as - wannursyarifah

Dimanakah Tempat Turunya Nabi Isa as

Dimanakah Tempat Turunya Nabi Isa as



Mimpi Di Tunjukkan Tempat Nabi Isa as Akan Turun

Ketika membicarakan mengenai tempat turunya Nabi Isa as,saya teringatkan suatu mimpi dimana saya sedang memengang sekeping cermin yang bersaiz besar.Cermin itu lebih besar dari cermin yang ada pada almari bilik tidur saya.

Menara putih di damakus syam (syria)Lalu saya memeluk cermin itu dan berjalan ke satu titi yang dibawah titi itu terdapat air laut yang sangat jernih dan biru.Secara tidak sengaja saya telah menjatuhkan cermin itu kedalam laut.Namun cermin itu dilihat hanya terngelam separuh lalu saya ketika itu terdengar seruan menyuruh agar saya kembali mengangkat cermin itu.

Sejurus saya mengangkat cermin itu dengan bersusah payah,akhirnya cermin itu memancarkan cahaya terang.Cahaya itu lebih terang dari cahaya matahari,putih dan bergerak lurus menghala kearah negeri syam.Sangat terang hingga cahaya matahari tidak dapat menembusi cahaya tersebut.Lalu saya terdengarkan satu suara bahawa mengatakan ditempat cahaya itu tujulah yang Nabi Isa as akan turun.

Cahaya itu menghala dari aras laut dari cermin yang baru tengelam tadi memancar terus dan lurus menuju ke di satu negeri yang jauh dari tempat saya berdiri.Sedang matahari berada diarah kiri bahu saya,dan hujung cahaya itu pula berada sedikit dari arah bahu kanan.Cahaya itu bergerak condong dari bawah dan dihujungnya agak sedikit tinggi keatas sekitar paras menara masjid.Namun tidak melangkaui paras ketinggian itu.Lalu paling saya merasa hairan,ada suara yang sama mengatakan disitulah tempat Nabi Isa as akan turun.Wallahualam.Mimpi itu sudah bertahun-tahun pun mungkin mainan mimpi.Mimpi saya kadang-kala memang sangat pelik.

Menara putih di damakus syam (syria)

Tempat Turunya Nabi Isa as


Imam Muslim dalam hadits yang panjang menerangkan perang ini dengan lengkap. Lengkapnya sebagai berikut:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga bangsa Romawi sampai di A’maq atau Dabiq. Kedatangan mereka akan dihadapi oleh sebuah pasukan yang keluar dari kota Madinah yang merupakaan penduduk bumi yang terbaik pada masa itu. Apabila mereka telah berbaris (dan berhadap-hadapan untuk berperang), bangsa Romawi akan menggertak, ‘Biarkan kami membuat perhitungan dengan orang-orang kami yang kalian tawan! (maksud mereka orang Romawi yang telah masuk Islam). Mendengar gertakan itu, kaum Muslimin menjawab, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian mengusik saudara-saudara kami!”

Maka terjadilah pertempuran antara dua pasukan. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri dari medan pertempuran, maka Allah tidak akan mengampuni mereka (memberi taufiq untuk bertaubat) selama-lamanya. Sepertiga pasukan Islam yang lain terbunuh dan mereka adalah sebaik-baik mati syahid di sisi Allah. Sepertiga pasukan Islam lainnya akan memenangkan peperangan, tanpa mendapatkan fitnah (bencana atau kesesatan) sedikitpun selamanya.

Kemudian mereka menaklukan Konstatinopel. Ketika mereka tengah membagi-bagi harta rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, mendadak terdengar suara teriakan setan, “Sesungguhnya Dajjal telah menguasai keluarga kalian!”

Mereka pun segera bergegas pulang, namun ternyata berita itu bohong. Tatkala mereka telah sampai di Syam, barulah Dajjal muncul. Ketika mereka lagi mempersiapkan diri untuk berperang dan merapikan barisan, tiba-tiba datang waktu solat. Pada saat itulah Nabi Isa as turun. Ia memimpin mereka (memerangi Dajjal). Begitu melihat Nabi Isa as, si Dajjal meleleh hancur bagaikan garam yang mencair. Sekiranya ia membiarkannya, sudah tentu musuh Allah itu akan hancur leleh. Namun Allah membunuhnya melalui perantara tangan Isa, sehingga Isa menunjukkan kepada kaum Muslimin darah Dajjal yang masih segar melekat di ujung tombaknya.”

Rasulullah s.a.w menyebut Romawi dalam Hadits yang menceritakan Malhamah Kubra ini, mengisyaratkan bahawa Amerika bukan unsur utama. Amerika saat itu sudah hancur. Sedangkan Romawi yang dimaksud di sini adalah Eropah. Ini persis mengulang masa lalu saat Perang Salib. Pada akhirnya pada Perang Salib itu umat Islam keluar sebagai kemenangan. Kemenangan itu juga bakal di raih umat Islam pada akhir zaman kelak. Itulah janji Allah yang tak pernah ingkar.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Perkemahan kaum Muslimin pada saat terjadinya malhamah (perang besar) adalah Gauthah, disamping Damaskus. (Riwayat Ibnu Majah, Al Hakim dan Ibnu Asakir).

Nabi Isa Turun di Damaskus (Damsyik)


Salah satu tanda-tanda kiamat, turunnya Nabi Isa as menjelang akhir zaman. Berdasarkan Hadits sahih Muslim, Isa turun di menara putih sebelah timur Damaskus. Isa mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran. Kedua telapak tangannya diletakkan di sayap dua malaikat. Bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya. Dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali pasti mati. Padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Isa kemudian mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya. Isa lalu datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi Allah dari Dajjal. Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu darjat mereka di syurga.

Ibnu Katsir menjelaskan Hadits ini, “Berdasarkan beberapa kitab yang saya baca,  beliau turun di menara putih sebelah timur Masjid Jami’ Damaskus.”

Di Damaskus, lanjut Ibnu Katsir, tidak ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Damaskus.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Sebelum terjadi kiamat akan keluar api dari Hadhramaut atau dari laut Hadhramaut yang mengumpulkan manusia. Kami bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, hendaklah kalian berada di Syam (syria).

Sumber-Hidayahtul
Dimanakah Tempat Turunya Nabi Isa as Dimanakah Tempat Turunya Nabi Isa as Reviewed by Nursyarifah Syed Putera on 3/21/2016 05:05:00 PM Rating: 5

No comments