Keluarga Ahlullah dan Ahlul Qur'an - wannursyarifah

as-Sirah an-Nabawiyah

2016-02-10

Keluarga Ahlullah dan Ahlul Qur'an

ahlul Quran

AHLULLAH DAN AHLUL QUR'AN... mereka adalah golongan ahli qur'an (yang mengamalkan isi kandungannya setelah menghafal kalam-kalam Allah swt).


Sementara bagi maksud Ahlullah (keluarga Allah) adalah mereka yang tekun dalam mengamalkan kandungan ayat-ayat Allah di siang hari tanpa jemu lalu termasuk dalam keluarga-Nya.


Di dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad:


إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya.”

Ahlullah adalah mereka yang sentiasa menjaga isi kandungan kallamullah serta memeliharanya dan memperaktikkannya di dalam kehidupan seharian sementara Ahlul Qur'an adalah mereka yang senangtiasa berdamping dan menghafal ayat-ayat Allah tanpa mengubah sedikit pun ayat-ayat quran itu sendiri di tambahkan pula mereka senangtiasa mengejarkan aktiviti seharian bersumberkan pada AL-QURAN itu sendiri.



( إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ ) قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ هُمْ ؟ قَالَ : ( هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ ) وصححه الألباني في "صحيح ابن ماجة"


Mereka telah menjadikan al-quran serta ayat-ayat Allah swt sebagai sahabat sehidup dan semati."Sesungguhnya Allah memiliki orang khusus (Ahliyyin dari kalangan manusia.Mereka (para sahabat) bertanya,"Wahai Rasullulah,siapakah mereka ?" Lalu Baginda menjawap,"Mereka adalah Ahlul Al-Quran,Ahlullah dan orang khusus-Nya(pilihan-Nya".Di sahihkan oleh Al-Albany dalam sahih Ibnu Majah).Al-Manawi rahimahullah berkata,"Maksudnya adalah para penghafal Al-Quran yang mengamalkannya,mereka itu adalaj kekasih Allah yang di khususkan dari kalangan manusia.Mereka dinamakan sedemikian itu sebgai satu bentuk penghormatan kepada mereka seperti penamaan baitullah".

Jadi ahlul qur'an adalah orang yang berpedoman dengan Al-Qur'an (dalam gerak-gerik kehidupannya), ia tidak menjadikan selain Al-Qur'an sebagai panutan. Mereka mengambil fiqih, hukum-hukum dari Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam beragama.." 

(Syarah Risalah Al-'Ubudiyyah halaman: 64)(Sumber ilmu:draftakhirat).

2 comments:

  1. SIAPAKAH AHLULLAH ITU?
    Orang-orang yang mendapatkan julukan sebagai “Ahlullah”, adalah mereka yang memiliki kedudukan istimewa disisi Allah dan Rasul-Nya, dimuliakan di antara penduduk langit dan bumi , di hamparkan segenap rahmat –Nya dari segala penjuru mata arah dan di abadikan namanya dalam pemeliharaan-Nya yang agung.

    Para ahlullah adalah mereka yang berbakti dalam pengabdian kepada Allah dengan tanpa lelah dan lengah di atas bumi-Nya, mereka adalah pelita masa dan kehidupan yang membawa cahaya ilahiyah , cahaya abadi yang lebih terang dari purnama dan surya.

    Mereka mengenal Allah dalam ma’rifatnya yang kudus, kemauannya keras dan tidak gentar sedikit pun manakala menengadahkan tangan untuk memohon kepada-Nya. sekalipun tangan sang Maha pengasih tidak segera memberikan apa yang diminta, tapi mereka tetap yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah tidak akan pernah surut bagi hamba-Nya yang mukmin , bahkan pertolongan-Nya akan datang secara berantai, kasih sayang dan pemberian-Nya akan tertuang tanpa batas dan akan segera turun sebelum lisan terkatup dari do’a.

    Mereka merupakan pribadi yang tangguh dalam menjalani hidup , tidak mudah mengeluh terhadap keprihatinan dan kepahitan, apalagi merasa kecewa dan berputus asa dari rahmat Allah SWT hanya karena musibah demi musibah yang mereka terima. sebab mereka memiliki mutiara hidup dan harta paling berharga dari semua yang ada di bumi, yaitu “kekayaan hati”.

    Lantas siapakah sesungguhnya “Ahlullah” itu?

    Coba kita perhatikan hadist berikut ini :
    Dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.”Lalu Rasulullah saw. Ditanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “yaitu Ahlul Qur’an (Orang yang membaca atau menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan isinya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR.Ahmad )

    Menurut Prof.Moh Ali Musthofa bahwasanya yang dimaksud dengan Ahlul Qur’an adalah mereka yang mambaca atau menghafal A-Qur’an dengan disertai pengamalan praktis atas ajaran yang terkandung di dalamnya.

    Menilik hadist di atas dapat kita ambil sebuah poin penting bahwasanya mereka yang mendapatkan sebutan “ahlullah” adalah para Ahlul Qur’an . Adapun mengenai siapakah sesungguhnya Ahlul Qur’an itu , maka saya akan memberikan penjabaran yang lebih luas pada pembahasan kita kali ini.

    Orang yang disebutkan sebagai ahlul Qur’an adalah mereka yang menjadikan kitabullah (Al-Qur’an) bukan hanya sebatas bacaan dilisan saja atau sekedar huruf-huruf hijayah yang terangkai dan tereja dengan indah ketika dibaca atau dihafalkan. Akan tetapi lebih mendalam daripada itu. Yaitu mereka yang bukan hanya gemar membaca atau menghapal dan mengkajinya, tapi menjadikan sebagai ruh dalam jiwa juga dalam kepribadian menuju insan yang kamil.

    Lantas seperti apakah sesungguhnya ahlul qur’an yang mendapatan panggilan istimewa sebagai “Ahlullah” yang mendapatkan kedudukan di sisi-Nya?

    Yaitu mereka yang di dalam dirinya terdapat pribadi mulia sebagai berikut :

    1. Ikhlas

    Orang-orang yang disebut ahlul qur’an yang mendapatkan kedudukan sebagai “ahlullah”, adalah mereka yang memiliki karakter ikhlas di dalam setiap pelayanan dan penghamba’annya kepada Allah SWT,yaitu mereka beribadah dan beramal kebaikan hanya karena murni mengharap ridho-Nya, bukan karena pamrih atau adanya tedensi yang bersifat duniawiyah.

    Sungguh, berapa banyak diantara kita yang bisa berbuat kebajikan, tapi tidak semuanya bisa ikhlas di dalamnya. Berapa banyak amal ibadah yang tampak bagus dari luarnya dan indah dzhirnya, tapi keropos dan penuh kepalsuan di dalamnya. Mereka hidup diantara “Kemunafikan diri”di hadapan Allah dan manusia. Sehingga mereka sibuk untuk memperindah hal-hal dzahir yang tampak oleh manusia, akan tetapi mereka lupa bahwa kemurnian hatilah yang menjadi penilaian disisi Allah SWT.


    ReplyDelete
  2. Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum dan pedoman hidup untuk bisa sampai pada kehidupan yang hasanah, di dunia maupun di akhirat. Sebab Al-Qur’an merupaka “Tali Allah” yang harus senantiasa kita pegang teguh di dalam menapak jalan kehidupan menuju ridho-Nya. Oleh karena itu Al-Qur’an tanpa manifestasi dalam bentuk perbuatan yang nyata , adalah “kering” tidak memberi makna apapun, kecuali hanya sekedar rangkaian huruf hijaiyah atau kalimat yang dibaca atau dihafalkan. Sebab nilai Al-Qur’an sesungguhnya adalah terletak pada seberapa jauh pembaca atau Penghapal itu mampu menghayati dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya.

    Bukankah kita juga mengetahui bahwasanya iman itu belum dikatakan benar jika hanya sebatas lafad syahadatain yang terikrar di lisan saja, tapi iman itu baru bisa dikatakan benar jika diyakini dalam hati, ucapkan dalam lisan dan dibuktikan dalam bentuk tindakan / perbuatan nyata.

    Maka begitu pula ahlul Qur’an , jika seseorang itu hanya menjadikan Al-Qur’an sebatas sebagai bacaan atau hafalan di lisan saja , tanpa ada penghayatan dan pengalaman terhadap makna yang terkandung di dalamnya, maka yang demikaian itu belumlah masuk dalam kategori ,”ahlul Qur’an . Sebab yang ia lakukan sesungguhnya masih dalam kapasitas “ membaca lafdhiyah”, padahal yang disebut sebagai ahlul Qur’an adalah meraka yang membaca atau menghapalkan Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

    ReplyDelete